Kisah Dua Orang Saudara Yang Membina Usaha Keluarga
Baca Juga
Dunia Online , Cerita ini mungkin sangat singkat sekali, tetapi cerita ini sangat bagus untuk dibagikan dan berharap kita semua bisa memetik makna atau mengambil arti dari cerita ini.
Dan ceita ini akan membantu kita semua untuk bisa memiliki pola pikir yang baik kedepan nya dalam membina suatu usaha.
Simak berita yang kami bagikan berikut tentang Kisah Dua Orang Saudara Yang Membina Usaha Keluarga
Suatu hari, hiduplah dua orang kakak beradik, ibu mereka sudah mati, dan sekarang pun ayahnya sedang sekarat.
Suatu hari, hiduplah dua orang kakak beradik, ibu mereka sudah mati, dan sekarang pun ayahnya sedang sekarat.
Ayahnya tengah terkapar di sebuah ranjang, menunggu malaikat maut datang dan mengambil nyawanya. Kedua saudara itu kini sedang mendengarkan wasiat dari ayahnya.
“Wahai anak-anakku, sebelum kematianku, hanya ada dua buah toko yang bisa kuwariskan kepada kalian.
Toko dengan modal yang sama, dan dengan daganggan yang sama, kelola toko itu dan berjualanlah dengan jujur.”
“Wahai anak-anakku, sebelum kematianku, hanya ada dua buah toko yang bisa kuwariskan kepada kalian.
Toko dengan modal yang sama, dan dengan daganggan yang sama, kelola toko itu dan berjualanlah dengan jujur.”
Kedua anak itu termenung dengan sedikit kegembiraan di dalam hatinya masing masing kedua saudara tersebut
“Kemudian aku pesankan dua hal pada kalian, pertama, jangan pernah menagih hutang. Yang kedua, jangan terkena sinar matahari.” Kemudian si ayah pun menghembuskan nafas terakhirnya.
Setelah itu kedua saudara itu mengelola tokonya masing-masing, mereka menjalankan dua amanah atau pesan dari ayahnya dengan baik.
Namun apa yang terjadi ? ,Hasil pengelolaan dari toko kedua saudara itu jauh berbeda dengan apa yang dibandingkan.
Si adik berhasil membuat usahanya maju makmur, sementara si kakak kini nyaris bangkrut dan dililiti banyaknya utang kepada orang lain.
Si kakak yang penasaran dengan kegagalannya lantas menemui si adik dan menanyakan sesuatu kepada sang adik.
“Kemudian aku pesankan dua hal pada kalian, pertama, jangan pernah menagih hutang. Yang kedua, jangan terkena sinar matahari.” Kemudian si ayah pun menghembuskan nafas terakhirnya.
Setelah itu kedua saudara itu mengelola tokonya masing-masing, mereka menjalankan dua amanah atau pesan dari ayahnya dengan baik.
Namun apa yang terjadi ? ,Hasil pengelolaan dari toko kedua saudara itu jauh berbeda dengan apa yang dibandingkan.
Si adik berhasil membuat usahanya maju makmur, sementara si kakak kini nyaris bangkrut dan dililiti banyaknya utang kepada orang lain.
Si kakak yang penasaran dengan kegagalannya lantas menemui si adik dan menanyakan sesuatu kepada sang adik.
Kakak : Wahai adik, apa kamu tidak menjalankan 2 nasihat dari ayah?
Adik : Tentu saja aku mengamalkannya.
Kakak : Tidak mungkin, aku juga menjalankan semua persan dari ayah, tapi usahaku kini nyaris habis, sementara usahamu kini menjadi luar biasa.
Adik : Bagaimana kamu menjalankan dua nasihat ayah?
Kakak : Pertama, aku tidak pernah menagih hutang, setiap orang yang berhutang padaku, tidak pernah kutagih.
Adik : Tentu saja aku mengamalkannya.
Kakak : Tidak mungkin, aku juga menjalankan semua persan dari ayah, tapi usahaku kini nyaris habis, sementara usahamu kini menjadi luar biasa.
Adik : Bagaimana kamu menjalankan dua nasihat ayah?
Kakak : Pertama, aku tidak pernah menagih hutang, setiap orang yang berhutang padaku, tidak pernah kutagih.
Kakak : Kedua, jangan terkena sinar matahari. Aku tidak pernah terkena sinar matahari, aku membeli payung, membeli mobil, menggunakan setiap akomodasi, aku banyak mengkredit barang, akibatnya hutangku menjadi bertumpuk.
Kakak : Lihatlah, aku habis sekarang karena menjalankan semua nasihat ayah.
( Si kakak menyesal dan menyalahkan ayahnya )
( Si adik menghela nafas panjang, menatap kakaknya ringan )
Adik : Kak, akupun menjalankan dua nasihat ayah.
Adik : Aku tidak menagih hutang, karena aku tidak pernah membiarkan siapapun berhutang kepadaku. Semua pembelian dilakukan dengan cash dan carry.
Adik : Kedua, tidak terkena sinar matahari, aku tidak pernah terkena sinar matahari karena aku membuka toko di saat subuh, ketika matahari belum naik tinggi, dan aku menutup toko di malam hari ketika matahari sudah terbenam, sehingga penghasilan meningkat karena toko lebih lama kubuka. Aku bekerja keras.
Si kakak hanya melongo mendengar itu, tercengang dan bingung menyadari betapa bodohnya dirinya, bukan ayahnya yang salah, dialah yang salah.
Satu kalimat yang sama didengarnya oleh dirinya dan adiknya, namun dijalankan dengan cara yang berbeda dan berbeda jauh pula hasilnya.
Mungkin diantara kita semua terkadang memang salah dalam mengartikan suatu hal yang baru saja kita dengar dan hasilnya kita salah dalam menjalankannya.
Kakak : Lihatlah, aku habis sekarang karena menjalankan semua nasihat ayah.
( Si kakak menyesal dan menyalahkan ayahnya )
( Si adik menghela nafas panjang, menatap kakaknya ringan )
Adik : Kak, akupun menjalankan dua nasihat ayah.
Adik : Aku tidak menagih hutang, karena aku tidak pernah membiarkan siapapun berhutang kepadaku. Semua pembelian dilakukan dengan cash dan carry.
Adik : Kedua, tidak terkena sinar matahari, aku tidak pernah terkena sinar matahari karena aku membuka toko di saat subuh, ketika matahari belum naik tinggi, dan aku menutup toko di malam hari ketika matahari sudah terbenam, sehingga penghasilan meningkat karena toko lebih lama kubuka. Aku bekerja keras.
Si kakak hanya melongo mendengar itu, tercengang dan bingung menyadari betapa bodohnya dirinya, bukan ayahnya yang salah, dialah yang salah.
Satu kalimat yang sama didengarnya oleh dirinya dan adiknya, namun dijalankan dengan cara yang berbeda dan berbeda jauh pula hasilnya.
Mungkin diantara kita semua terkadang memang salah dalam mengartikan suatu hal yang baru saja kita dengar dan hasilnya kita salah dalam menjalankannya.
Disini kita harus terus berpikir positif sehingga yang kita lakukan juga akan berdampak positif pada kehidupan kita.
Jangan lupa baca artikel : Pikiran Positif Dan Negatif Dalam kehidupan Sehari Hari
Sampai disini dulu cerita yang kita bagikan, berharap cerita ini bermanfaat dalam kehidupan kita semua dan kita bisa memetik arti yang bagus juga untuk peningkatan diri kita.
Jangan lupa baca artikel : Pikiran Positif Dan Negatif Dalam kehidupan Sehari Hari
Sampai disini dulu cerita yang kita bagikan, berharap cerita ini bermanfaat dalam kehidupan kita semua dan kita bisa memetik arti yang bagus juga untuk peningkatan diri kita.

Tidak ada komentar